EducationGarry Kasparov vs Deep Blue
Oleh Admin PCC pada 15 November 2025
AI kalahkan juara dunia catur?
Seorang grandmaster catur, Garry Kasparov, yang telah memenangkan atau mempertahankan gelar juara dunianya 6 kali, dikalahkan oleh komputer AI bernama Deep Blue pada tahun 1997. IBM Deep Blue berhasil mengalahkan Kasparov dengan skor 3½–2½ di pertandingan kedua.
Pada tahun 1996, Kasparov berhasil memenangkan pertandingan pertama dengan skor 4-2. Namun, dalam pertandingan ulang tahun 1997, Deep Blue yang kecerdasannya ditingkatkan memiliki kemampuan komputasi paralel yang lebih besar dengan 480 sirkuit terintegrasi khusus yang dirancang untuk catur, memungkinkannya menganalisis lebih banyak langkah potensial dan memproyeksikan ke masa depan permainan. Deep Blue berhasil mengalahkan Kasparov dengan skor 3½–2½, sebuah pencapaian signifikan dalam sejarah kecerdasan buatan dan menandai kemenangan pertama mesin terhadap juara dunia catur dalam pertandingan dengan waktu normal.
Pertandingan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan kecerdasan buatan, menunjukkan bahwa mesin dapat mencapai tingkat kecanggihan yang mampu mengalahkan manusia dalam permainan strategi yang kompleks.
Nah, kalau begitu bagaimana dengan AI yang semakin canggih kedepannya?
Perkembangan AI yang pesat
1. Era Deep Learning & AlphaGo: Jika Deep Blue menggunakan brute force komputasi, AI masa kini, seperti AlphaGo (yang mengalahkan juara dunia Go), menggunakan Deep Learning dan Reinforcement Learning. Mereka tidak hanya menghitung; mereka belajar dari pengalaman dan mampu mengembangkan strategi yang intuitif dan tidak terduga, jauh melampaui kemampuan Kasparov atau Deep Blue.
2. AI Multiguna (General-Purpose AI): Dulu AI hanya unggul di satu domain (seperti catur). Sekarang, kita melihat Model Bahasa Besar (LLMs) seperti yang ada di balik ChatGPT, atau AI yang bisa menghasilkan gambar (Midjourney, DALL-E). AI ini dapat melakukan berbagai tugas: menulis kode, membuat seni, merangkum data, dan berinteraksi layaknya manusia.
3. Personalisasi & Dampak Nyata: AI di masa depan akan semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari:
Kesehatan: Mendiagnosis penyakit lebih akurat daripada dokter.
Otomasi: Mengoptimalkan rantai pasokan dan logistik.
Pendidikan: Menciptakan pengalaman belajar yang sangat dipersonalisasi.
Macam-Macam AI
Klasifikasi AI
1. Narrow AI (Artificial Narrow Intelligence) : untuk satu tugas spesifik. Contoh: Siri/Google Assistant, Deep Blue.
2. General AI (Artificial General Intelligence - AGI): memahami, belajar, dan menerapkan kecerdasan untuk menyelesaikan berbagai tugas yang berbeda, sama seperti manusia. Belum ada AGI yang sepenuhnya terwujud. Namun, LLMs modern sebagai langkah awal menuju AGI.
3. Super AI (Artificial Superintelligence - ASI): jauh lebih cerdas daripada manusia terpandai di hampir semua aspek. Saat ini masih dalam ranah teoretis atau fiksi ilmiah.
Sungguh mengerikan, bukan? Dari Deep Blue yang sekadar menghitung, kini kita punya AI yang bisa berkreasi layaknya manusia.
Pertanyaannya: Sampai di mana batasnya? Terbayang tidak, di masa depan, ketika AI sudah memiliki kecerdasan umum (General Intelligence) atau bahkan kecerdasan suoer (Superintelligence) , dunia seperti apa yang akan kita tinggali?
Pintu menuju masa depan yang didominasi AI sudah terbuka lebar. Akankah ini menjadi era emas atau kotak Pandora?
